Memuat…
Memuat…
自動車運送業 · Bab 3
Alur kerja harian pengemudi truk, 13 kewajiban pengemudi, pemeriksaan harian kendaraan, tata cara tenko, penanganan kecelakaan/mogok/keterlambatan, perlengkapan darurat, cuaca ekstrem, serta karakteristik fisik truk.
Modul ini merangkum Bab 2 — Operasional Perjalanan (運行業務) dari buku ajar 特定技能1号 sektor 自動車運送業 terbitan Asosiasi Angkutan Truk Seluruh Jepang, mencakup alur kerja harian hingga penanganan situasi darurat di jalan.
Alur kerja umum (perusahaan tertentu bisa punya aturan tambahan):
| Tahap | Yang dilakukan |
|---|---|
| 1. Datang kerja | Datang tepat waktu dengan waktu luang, sapa dengan ceria |
| 2. Persiapan | Ganti seragam kerja, periksa penampilan di cermin |
| 3. Pemeriksaan harian (日常点検) | Ambil kunci truk & formulir pemeriksaan dari pengelola operasional, cek pesan perusahaan, periksa kendaraan sesuai formulir dan catat hasilnya |
| 4. Serahkan formulir | Serahkan formulir pemeriksaan ke penanggung jawab perawatan (整備管理者); bila ada masalah, ikuti instruksinya |
| 5. Tenko sebelum jalan (業務前点呼) | Serahkan formulir yang sudah diverifikasi ke pengelola operasional, tes alkohol dengan alat deteksi, jalani tenko — bila tak ada masalah, berangkat sesuai instruksi |
| 6. Operasi (運行) | Bila ada masalah kendaraan/kesehatan di jalan, hubungi pengelola operasional untuk instruksi; tenko tengah jalan (中間点呼) wajib untuk perjalanan 2 malam 3 hari atau lebih |
| 7. Tenko setelah jalan (業務後点呼) | Buat catatan kerja (業務記録) sekembalinya ke kantor, serahkan ke pengelola operasional untuk konfirmasi & instruksi hari berikutnya |
| 8. Beres-beres | Laporkan masalah kendaraan bila ada; bila tidak, bersihkan & rawat truk lalu kembalikan kunci |
| 9. Pulang | Selesaikan prosedur presensi pulang |
Pengemudi truk adalah profesional angkutan barang yang wajib memiliki keahlian mengemudi tinggi dan kesadaran keselamatan lalu lintas, karena berbagi jalan dengan pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan lain. Berikut 13 hal wajib yang harus dipatuhi:
Karena kerusakan pada truk berbadan besar bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan dampak sosial besar, pemeriksaan harian diwajibkan oleh hukum dan menjadi cara efektif mencegah kerusakan mendadak. Agar aman dan lancar, perhatikan:
Pengemudi wajib menjalani tenko (点呼) — briefing/laporan tatap muka dengan pengelola operasional — sebelum, di tengah (untuk perjalanan panjang), dan sesudah perjalanan, di tempat yang telah ditentukan. Tenko bukan sekadar formalitas, melainkan sarana memastikan pengemudi dan kendaraan siap beroperasi dengan aman sekaligus menyampaikan hal-hal penting terkait keselamatan. Bila menginap jauh dari kantor, tenko tetap wajib dilakukan lewat telepon.
Sikap saat menjalani tenko: rapikan penampilan lebih dulu; pahami betul tujuan tenko; ulangi (復唱, fukushō) instruksi atau peringatan yang diberikan agar benar-benar dipahami, dan tanyakan langsung bila ada yang tidak jelas. Hal-hal yang wajib dilaporkan saat tenko sebelum jalan:
| Item laporan | Keterangan |
|---|---|
| Nama pengemudi | — |
| Status alkohol, sakit, kelelahan, kurang tidur | Diverifikasi dengan alat deteksi alkohol napas |
| Nomor registrasi/identitas kendaraan | — |
| Status pemeriksaan harian | — |
| Hal lain yang perlu | Termasuk kepastian tidak ada alasan lain yang membuat pengemudi tidak bisa berkendara aman |
Perjalanan 2 malam 3 hari atau lebih mewajibkan tenko tengah jalan (中間点呼) — menghubungi kantor di tengah perjalanan untuk briefing dengan pengelola operasional atau petugas pembantunya.
Manajemen operasi bertujuan mencegah kerja berlebihan (過労運転) dan muatan berlebih (過積載), dengan kewajiban masing-masing pihak diatur dalam peraturan keselamatan angkutan barang bermotor (貨物自動車運送事業輸送安全規則):
| Pihak | Kewajiban utama |
|---|---|
| Perusahaan | Menyediakan & merawat fasilitas istirahat, mencatat & menyimpan data kecelakaan, mendengarkan masukan pengelola operasional |
| Pengelola operasional (運行管理者) | Melaksanakan, mencatat, dan menyimpan hasil tenko; menyusun surat instruksi operasi; membina & mengawasi pengemudi |
| Pengemudi | Tidak mengemudi dalam pengaruh alkohol atau muatan berlebih; melapor bila tidak bisa berkendara aman; melaksanakan & memastikan pemeriksaan harian; menjalani tenko |
| Kru kendaraan (pengemudi + asisten) | Tidak naik kendaraan dalam pengaruh alkohol atau saat muatan berlebih |
Saat kecelakaan lalu lintas terjadi, lakukan lima langkah berikut secara berurutan:
Jangan merokok atau menyalakan api di lokasi kecelakaan karena berisiko ada kebocoran bahan bakar; bila membawa barang berbahaya, periksa kebocoran/tumpahan dan padamkan api dengan APAR bila terbakar. Jangan pernah berunding damai (示談) di lokasi kejadian — ganti rugi adalah urusan perusahaan, tolak dengan tegas meski didesak. Bila tersedia dashcam, videonya jadi bukti; bila tidak, catat nama, alamat, dan kontak saksi mata, serta foto kondisi lokasi, titik benturan, posisi kendaraan berhenti, dan kerusakan yang terjadi.
Saat kendaraan mogok, tetap tenang: nyalakan lampu hazard, kurangi kecepatan bertahap (turunkan gigi bertahap, manfaatkan engine brake/exhaust brake bila rem tak mempan), dan jangan matikan mesin sebelum truk benar-benar berhenti (mematikan mesin sebelum berhenti bisa mematikan seluruh sistem kelistrikan sekaligus, termasuk power steering). Di jalan tol, usahakan berhenti di rest area/parking area; bila tak memungkinkan, berhenti perlahan di bahu jalan/area darurat, pasang suar & segitiga pengaman, lalu hubungi telepon darurat jalan tol atau dial darurat jalan (#9910) — telepon darurat tersedia tiap 1 km (200 m di dalam terowongan). Segera laporkan kerusakan ke perusahaan untuk instruksi lanjutan, terutama bila mogok di perlintasan kereta atau terowongan. Pemeriksaan bagian yang rusak hanya boleh dilakukan di tempat aman seperti rest area, bukan di tengah lalu lintas padat.
Saat keterlambatan tiba — akibat kecelakaan, kerusakan kendaraan, cuaca ekstrem, kemacetan, atau kondisi fisik — jangan menghubungi pelanggan atau mempercepat kecepatan atas inisiatif sendiri untuk mengejar waktu; selalu koordinasikan dengan pengelola operasional lebih dulu. Laporkan: nama, nomor kendaraan & kantor cabang, alasan keterlambatan, kondisi jalan, perkiraan waktu tiba, dan ada-tidaknya kecelakaan/kerusakan.
Suar darurat (非常信号用具) berupa lampu senter merah atau suar api (発炎筒) wajib tersedia di kendaraan, diperiksa berkala, dan diganti bila melewati masa berlaku (4 tahun untuk suar api karena bisa gagal menyala). Cara pakai suar api: putar & lepas tutup luar, gesekkan tutup luar (mengandung bahan seperti korek api) ke badan suar sambil badan suar diarahkan ke depan, lalu nyalakan.
APAR (消火器) punya masa pakai 10 tahun dan wajib diganti setelah melewati batas itu — pengemudi wajib tahu lokasi APAR di kendaraannya. Cara pakai: tarik pin pengaman ke atas, lepas selang lalu pegang ujung selang mengarah ke sumber api (jangan pegang bagian tengah selang agar tekanan semprot tetap akurat), lalu tekan tuas dengan kuat untuk menyemprot.
Cuaca ekstrem (hujan lebat, salju lebat, angin kencang, kabut tebal) bisa merobohkan papan reklame/rambu/pohon, menyebabkan banjir atau tanah longsor. Ikuti "pedoman tindakan saat cuaca ekstrem" dan instruksi pengelola operasional (termasuk penghentian operasi) — jangan mengambil keputusan sendiri untuk terus melaju.
Hujan deras (集中豪雨). Hindari jalan yang berisiko digenangi air atau tanah longsor, berhentilah di tempat aman menunggu hujan reda. Hindari underpass dan terowongan bawah tanah karena berisiko tergenang — bila kendaraan terlanjur mogok karena air, segera keluar dan menjauh. Sediakan palu pemecah kaca dan pemotong sabuk pengaman untuk kondisi darurat bila pintu tak bisa dibuka.
Gempa bumi. Saat status siaga (警戒宣言) diumumkan sementara sedang mengemudi, kurangi kecepatan sambil memantau info gempa & lalu lintas dari radio; bila harus meninggalkan kendaraan, sebisa mungkin pindahkan ke luar jalan raya, atau bila terpaksa ditinggal di jalan, menepilah ke kiri, matikan mesin, biarkan kunci tertancap, tutup jendela, dan jangan mengunci pintu — agar kendaraan mudah dipindahkan bila menghalangi evakuasi/kendaraan darurat. Saat peringatan dini gempa (緊急地震速報) muncul ketika sedang mengemudi, nyalakan hazard untuk memberi tahu kendaraan sekitar, hindari rem mendadak, dan kurangi kecepatan perlahan. Saat gempa besar benar-benar terjadi ketika mengemudi: hindari setir/rem mendadak, berhentilah di sisi kiri dengan cara seaman mungkin, dengarkan info gempa & lalu lintas dari radio, dan waspadai kerusakan jalan serta lampu lalu lintas yang tidak berfungsi bila melanjutkan perjalanan. Di luar kendaraan, jangan gunakan mobil untuk mengungsi kecuali menghindari tsunami.
Tinggi. Posisi kemudi yang tinggi membuat jarak sebenarnya pendek terasa panjang (jaga jarak lebih panjang dari yang terasa); truk di depan bisa membuat pengemudi lupa memperhatikan kendaraan yang lebih dekat di antaranya; truk rawan terguling saat menikung/belok, apalagi diterpa angin kencang (khususnya di atas jembatan); selalu periksa batas tinggi di kolong jembatan/jalan layang sebelum masuk — jangan pernah masuk bila truk lebih tinggi dari batas yang ditentukan, dan ingat truk tanpa bak tertutup bisa jadi lebih tinggi setelah dimuati; serta waspadai papan reklame/atap toko rendah saat menepi terlalu ke kiri di jalan sempit karena kerusakannya bisa mahal dan mencoreng nama perusahaan.
Panjang. Truk panjang punya selisih lintasan roda depan-belakang (内輪差, nairinsa) yang besar saat berbelok, berisiko "menelan" sepeda motor/sepeda/pejalan kaki di sisi kiri saat belok kiri — selalu pastikan sisi kiri aman, termasuk saat keluar dari area parkir pelanggan agar tidak menabrak pagar/gerbang. Selisih ini juga bisa membuat pengemudi menepi ke kanan dulu sebelum belok kiri, berisiko menabrak kendaraan lawan arah (jalan 1 lajur) atau kendaraan di lajur kanan (jalan 2 lajur atau lebih) — jangan lakukan manuver belok kiri seperti ini.
Truk dengan lebar bodi besar berisiko bersenggolan dengan kendaraan lawan arah di jalan sempit bila memaksakan jalan — berhentilah dan beri jalan. Titik buta (死角) di sekitar kabin, terutama sisi kiri dan belakang, adalah sumber utama kecelakaan tergilas — selalu manfaatkan spion, kaca cembung tambahan, dan bila perlu bantuan orang untuk memandu saat manuver di ruang sempit.