Memuat…
Memuat…
造船・舶用工業 · Bab 2
Metode 5S untuk lingkungan kerja bersih & aman, pakaian & alat keamanan pekerja las, prosedur Kiken Yochi sebelum mengelas, potensi kecelakaan saat pengelasan, dan cara merapikan peralatan setelahnya.
Modul ini merangkum bagian pembuka dari buklet resmi "Bagi Anda yang akan bekerja di galangan kapal atau pabrik di Jepang" — materi pelatihan keselamatan & kesehatan kerja bagi pekerja asing, diterbitkan Maret 2020 oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) bekerja sama dengan Kantor Pusat Nasional untuk Promosi Keselamatan dan Kesehatan dalam Pembangunan Kapal. Dua topik yang dibahas: metode 5S dan keselamatan kerja pengelasan.
Untuk menjaga kesehatan & keselamatan, tempat kerja yang bersih & tertata adalah dasar paling penting. Metode 5S membuat setiap pekerja selalu sadar akan lima kebiasaan berikut:
| 5S | Istilah Jepang | Maksud |
|---|---|---|
| Ringkas | Seiri | Pilah apa yang perlu & tidak, singkirkan barang tak perlu |
| Rapi | Seiton | Rapikan barang yang perlu dan letakkan di tempatnya agar mudah digunakan bila dibutuhkan |
| Resik | Seisou | Jaga tempat kerja bebas sampah dan kotoran |
| Rawat | Seiketsu | Jaga tempat kerja tetap teratur, rapi, dan bersih secara konsisten |
| Rajin | Shitsuke | Selain teratur, rapi, bersih, dan higienis — belajar menghormati peraturan & regulasi |
Pengelasan adalah proses melelehkan & menyambung logam dengan panas — karena memakai api, kelalaian bisa berujung luka bakar atau kebakaran. Kelengkapan wajib sebelum mengelas:
| Kelengkapan | Fungsi & catatan |
|---|---|
| Baju kerja pengelasan (anti api) | Semua kancing dipasang agar kulit tidak terbuka |
| Baju dalam berbahan katun | Baju dalam serat sintetis berbahaya karena bisa meleleh & melekat pada kulit saat terbakar |
| Sepatu bot keselamatan (kulit) | Kulit tidak mudah terbakar; tambahkan pelindung punggung kaki untuk melindungi dari benda jatuh/tertindih |
| Pelindung kaki | Mencegah keliman celana tersangkut |
| Sumbat telinga | Pabrik bisa sangat berisik |
| Masker anti debu | Uap beracun dari pengelasan bisa menimbulkan pneumokoniosis |
| Helm | Kencangkan pengikat kepala & dagu dengan erat |
| Kacamata pelindung / masker las | Permukaan mata bisa meradang jika terus menatap api las dengan mata telanjang |
| Kacamata (saat gerinda/pemotongan) | Mencegah serpihan partikel masuk ke mata |
| Tudung anti api | Mencegah percikan masuk ke dalam kerah; dipakai sebelum helm |
| Pelindung lengan | Untuk pengelasan di atas kepala — percikan bisa jatuh ke lengan & menimbulkan luka bakar |
| Sarung tangan kulit | Tangan telanjang atau sarung tangan kain bisa terbakar oleh percikan api |
| Alat pencegah jatuh | Wajib dipakai saat bekerja di ketinggian; pastikan semua gesper dikencangkan |
Sebelum mulai bekerja, lakukan perkiraan bahaya (Kiken Yochi / KY) dengan memeriksa poin-poin berikut di sekitar area kerja:
Saat memasang kabel mesin las, pastikan tidak menghalangi pekerja lain — kabel & kabel listrik yang berserakan bisa menyandung dan menimbulkan kecelakaan lanjutan. Bila memungkinkan, pasang kabel/selang panjang di atas kepala memakai alat gantungan khusus (dengan ketinggian yang tidak membelit leher orang); bila terpaksa diletakkan di lantai, satukan kabel memakai alat seperti nampan kabel.
| Bahaya | Penjelasan & pencegahan |
|---|---|
| Risiko jatuh | Pelindung wajah bisa membatasi pandangan saat bekerja di ketinggian — selalu pakai alat pencegah jatuh; saat bekerja di ujung blok, pasang klem ke dinding sebagai titik pengait |
| Sengatan listrik | Tubuh manusia menghantarkan listrik — memegang gagang las dengan tangan telanjang bisa membuat otot kaku, badan lumpuh, bahkan kematian. Selalu pakai sarung tangan kulit kering (sarung tangan basah bisa mengakibatkan sengatan listrik), dan periksa pelindung sengatan listrik + sambungan ke tanah (grounding) sebelum menyalakan mesin las busur api |
| Terbakar | Baju kerja yang terkena percikan api bisa menimbulkan luka bakar — periksa posisi alat pemadam & siapkan air sebelum mengelas |
| Bekerja di bawah derek | Berbahaya karena bisa kejatuhan muatan derek — bila mendengar sirene tanda derek akan bergerak, periksa posisinya dan segera menyingkir bila berada di jalur lintasannya; beri tahu rekan kerja di sekitar bila ada bahaya ini |
Baju sehari-hari umumnya terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan bisa menimbulkan luka bakar serius — berbeda dari bahan anti api yang dibuat khusus agar tidak mudah terbakar walau terkena percikan atau api langsung. Kulit manusia bisa terbakar (jaringan kulit rusak) hanya dengan satu detik paparan panas pada suhu 70°C. Tingkat keparahan luka bakar dibagi dari level satu hingga tiga, tergantung pada lokasi luka bakar & tingkat kerusakan kulitnya. Bila luka bakar mengenai lebih dari 30% tubuh (setara level dua atau tiga), hal itu bisa memengaruhi kerja organ seluruh tubuh dan pada kemungkinan terburuk menyebabkan kematian — inilah alasan baju kerja anti api & baju dalam katun wajib dipakai, bukan sekadar anjuran.