Memuat…
Memuat…
漁業 · Bab 2
Alat pelindung diri, jaket penyelamat, sikap aman naik & bekerja di kapal, rambu keselamatan, langkah pencegahan kecelakaan kerja, dan penanganan darurat saat terjatuh ke laut.
Modul ini merangkum subjek Keselamatan Kerja dari materi persiapan ujian keterampilan 特定技能1号 sektor 漁業 (Gyogyō) — penangkapan ikan, disusun oleh Asosiasi Perikanan Jepang (大日本水産会).
Bekerja di atas kapal ikan berarti bekerja di ruang sempit yang terus bergoyang, dikelilingi mesin & alat tangkap berat — kelalaian sekecil apa pun berisiko fatal. Jadikan seluruh poin dalam modul ini kebiasaan, bukan sekadar hafalan.
Mengenakan alat pelindung bukan formalitas — itu adalah langkah nyata menjaga keselamatan diri sendiri. Alat pelindung utama menurut bagian tubuh yang dilindungi:
| Bagian tubuh | Alat pelindung |
|---|---|
| Kepala | Topi pelindung (helm) |
| Mata | Kacamata pelindung / goggle |
| Telinga | Penutup telinga (earplug) |
| Wajah | Pelindung wajah |
| Tangan | Sarung tangan karet |
| Kaki | Sepatu keselamatan (safety shoes) / sepatu bot |
| Kulit | Pakaian kerja lengan panjang |
| Tubuh | Sabuk pengaman untuk kerja di ketinggian |
Pakaian kerja. Pilih ukuran yang pas badan; masukkan bagian bawah jaket ke dalam celana dan kancingkan pergelangan lengan baju saat bekerja di geladak/beroperasi, agar tidak tersangkut atau tertarik alat kerja. Jangan pernah memakai sandal atau alas kaki terbuka di geladak/saat beroperasi — selain mudah membuat tergelincir, jenis alas kaki ini juga tidak melindungi kaki dari benda jatuh.
Helm dan pelindung lain. Kenakan helm setiap kali beroperasi/bekerja untuk melindungi kepala dari benda jatuh maupun benturan ke balok/mesin kapal — pasang lurus dan kencangkan tali dagunya dengan benar. Gunakan sarung tangan & sepatu bot/safety shoes sesuai jenis pekerjaan, dan pakai sabuk pengaman plus tali pengaman setiap kali bekerja di ketinggian (mis. tiang kapal) atau saat badan harus condong keluar dari lambung kapal.
Jaket penyelamat. Ada dua jenis:
Kenakan jaket/rompi penyelamat setiap kali beroperasi atau berada di geladak, dan pastikan resleting serta talinya dikencangkan penuh agar tidak terlepas. Bila memakai pakaian kerja, jaket penyelamat dipakai di atasnya; bila di atasnya masih ditambah jas hujan atau perlengkapan cuaca dingin, jaket penyelamat tetap harus berada di posisi paling luar (di atas jas hujan) — bukan di bawahnya, meski jenis tiup terasa cukup tipis untuk diselipkan di bawah jas hujan.
Mengenakan jaket penyelamat di bawah jas hujan sangat berbahaya: saat orang tersebut jatuh ke laut, daya apung yang besar justru mendesak ke arah leher dan berisiko menyumbat pernapasan. Jaket penyelamat wajib berada di lapisan paling luar.
Jas hujan dan sepatu bot. Wajib dikenakan setiap kali beroperasi atau bekerja dalam cuaca buruk; pilih sepatu bot bersol anti-selip atau berstruktur khusus agar tidak mudah tergelincir.
Selama berada di dalam kapal, selalu perhatikan & patuhi rambu serta tampilan keselamatan yang terpasang. Di luar jam operasi/kerja, hindari pergi sendirian ke geladak setelah matahari terbenam — risiko terjatuh ke laut meningkat drastis di malam hari; bila terpaksa keluar malam, beri tahu awak lain lebih dulu. Jangan bersandar atau memanjat bulwark (pagar pengaman kapal) karena berisiko membuat Anda terjatuh ke laut.
Ada berbagai kategori rambu keselamatan di kapal ikan untuk mencegah kecelakaan:
| Kategori rambu | Contoh |
|---|---|
| Rambu larangan | Dilarang masuk, dilarang menyalakan api, dilarang merokok, dilarang menyentuh |
| Rambu instruksi | Wajib memakai pelindung kepala, wajib memakai penutup telinga, pastikan keselamatan |
| Rambu peringatan | Awas zat berbahaya, hati-hati kepala terbentur, hati-hati melangkah |
Selain rambu bergambar, ada juga tampilan langsung di badan pipa: warna pipa menandakan isinya (air tawar, minyak, air laut, dsb.), sedangkan tali belang kuning-hitam (disebut tora rope / "tali harimau") direntangkan menandai area berbahaya.
Simbol grafis bahaya tingkat tinggi memakai kombinasi warna & bentuk standar agar mudah dikenali sekilas, di antaranya: simbol larangan umum, simbol bahaya kimia (racun, gas beracun), simbol bahaya listrik (sengatan listrik), simbol bahaya terjatuh/terpeleset (dari ketinggian, permukaan licin), simbol bahaya mekanis (benda berputar, sabuk mesin berputar), dan simbol bahaya panas (dilarang minum, dilarang menyalakan api, dilarang masuk).
Kecelakaan besar di kapal ikan paling sering berupa cedera akibat alat tangkap/perlengkapan kapal saat beroperasi, terjatuh dari crane/derek, dan terlilit alat tangkap — terutama jenis winch. Karena itu, biasakan menganggap kecelakaan bisa terjadi kapan saja akibat tindakan sendiri, dan jangan pernah mengerjakan pekerjaan berbahaya sendirian. Poin keselamatan yang wajib dipegang sebelum & selama bekerja:
Kecelakaan terjatuh ke laut adalah salah satu kecelakaan paling umum di kapal ikan, dan bisa terjadi kapan saja — bukan hanya saat beroperasi. Tubuh manusia pada dasarnya mengapung di air, dan dengan pakaian/jas hujan yang dikenakan, daya apungnya justru makin baik. Karena itu, jangan memaksakan diri berenang untuk menyelamatkan diri — pertahankan posisi mengapung terlentang sambil menjaga jalur napas, dan tunggu pertolongan datang; peluang selamat jauh lebih tinggi dengan cara ini. Bila melihat seseorang jatuh ke laut, segera berteriak memberi tahu sekitar dan lemparkan pelampung ke dekatnya.
Materi di atas dirangkum & disusun ulang dari "Buku Pelajaran untuk Uji Kompetensi Bidang Perikanan (Mengenai Keselamatan)" terbitan Asosiasi Perikanan Jepang (大日本水産会), untuk keperluan belajar mandiri persiapan ujian 特定技能1号 sektor 漁業. Dokumen sumber menyertakan diagram & foto (cara memakai jaket penyelamat, contoh rambu, dsb.) yang tidak sepenuhnya tertuang di sini — gunakan tombol "Baca Modul" di atas untuk melihatnya langsung.