Memuat…
Memuat…
介護 · Bab 2
Cara kerja pikiran & tubuh manusia (emosi, memori, tanda vital, anatomi dasar), perubahan akibat penuaan beserta penyakit umum lansia, jenis-jenis disabilitas, dan pemahaman dasar demensia (認知症) beserta gejala inti dan BPSD.
Modul ini merangkum subjek Mekanisme Mental dan Tubuh (心とからだのしくみ) dari materi Ujian Evaluasi Keterampilan Khusus sektor 介護 (Kaigo), mencakup pemahaman dasar tentang cara kerja pikiran & tubuh manusia, perubahan akibat penuaan, disabilitas, dan demensia — pengetahuan yang mendasari seluruh praktik perawatan fisik yang dibahas pada modul berikutnya.
Setiap orang punya perasaan, cara berpikir, dan cara mengekspresikan diri yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh sejarah hidup dan pendidikannya. Semangat adalah perasaan ingin melakukan sesuatu sendiri, sedangkan stres adalah keadaan tegang pada pikiran & tubuh yang bisa dipicu faktor fisik (suara bising, suhu), kondisi tubuh (kelelahan, kurang tidur, lapar), maupun kondisi mental-sosial (kekhawatiran, ketakutan, hubungan sosial).
Memori terekam lewat tiga proses: menghafal (mengingat hal baru) → menyimpan (terus menyimpan informasi) → memanggil (mengeluarkan informasi). Memori jangka pendek bersifat sementara, sedangkan memori jangka panjang terbagi menjadi memori episodik (pengalaman & kenangan), memori semantik (pengetahuan), memori priming (diingat tanpa disadari), dan memori prosedural (diingat oleh tubuh, mis. naik sepeda).
Psikolog Abraham H. Maslow menyusun hierarki kebutuhan manusia menjadi 5 tingkat, dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tertinggi:
| Tingkat | Kebutuhan | Contoh |
|---|---|---|
| 5 (tertinggi) | Aktualisasi diri | Ingin memaksimalkan potensi diri sendiri |
| 4 | Penghargaan | Ingin mendapat pengakuan dari orang lain |
| 3 | Rasa memiliki & kasih sayang | Ingin berhubungan dengan orang lain |
| 2 | Rasa aman | Ingin melindungi diri sendiri |
| 1 (dasar) | Fisiologis | Bantuan hidup seperti makan, minum, tidur |
Homeostasis adalah sistem biologi yang mempertahankan kondisi tubuh sekalipun lingkungan berubah, mis. berkeringat saat kepanasan. Tanda-tanda vital (vital signs) — indikator utama kondisi kesehatan seseorang:
| Tanda vital | Karakteristik |
|---|---|
| Suhu tubuh | Punya ritme harian (tinggi siang, rendah malam); diukur di ketiak, dahi, atau telinga — untuk pengguna lumpuh, diukur pada sisi yang tidak lumpuh |
| Pernapasan | Memasukkan oksigen & mengeluarkan karbon dioksida secara teratur & tanpa sadar; kesulitan bernapas parah membuat bibir & kuku membiru (sianosis) |
| Denyut nadi | Detak jantung yang ditransmisikan lewat arteri; makin muda seseorang umumnya makin cepat frekuensinya, diukur di pergelangan tangan, leher, pelipis, dll. |
| Tekanan darah | Tekanan darah sistolik (saat jantung berkontraksi, tertinggi) dan diastolik (saat jantung relaksasi, terendah); hipertensi berkepanjangan meningkatkan risiko penyakit serebrovaskular & kardiovaskular |
Anatomi dasar yang perlu dipahami staf perawat lansia mencakup sistem saraf (pusat: otak & medula spinalis; tepi: saraf kranial & spinal, termasuk saraf otonom simpatik/parasimpatik yang mengatur organ internal secara tidak sadar), sistem rangka & otot (penopang tubuh, alat gerak, pelindung organ), sistem indra, sistem pernapasan (rongga hidung → faring → laring → trakea → bronkus → paru-paru), sistem kardiovaskular (jantung 4 ruang, arteri membawa darah kaya oksigen, vena membawa darah kaya karbon dioksida), sistem pencernaan (esofagus → lambung → usus halus → usus besar → rektum → anus), sistem urinaria (ginjal → ureter → kandung kemih → uretra), sistem endokrin (kelenjar penghasil hormon), dan sistem kekebalan tubuh (dipengaruhi gaya hidup — olahraga cukup & tertawa meningkatkan kekebalan; kurang tidur & stres menurunkannya).
Tidur memantapkan memori, menghilangkan kelelahan otak & tubuh, meningkatkan kekebalan, dan meredakan stres. Tidur bersiklus antara non-REM (tidur nyenyak, otak beristirahat) dan REM (tidur ringan, otak aktif & bermimpi). Pada lansia, waktu tidur non-REM berkurang sehingga lebih sering terbangun karena ingin buang air kecil atau suara bising sedikit pun.
Penuaan (fungsi mental & fisik menurun seiring bertambah usia) terjadi pada semua orang namun berbeda-beda karakteristiknya. Perubahan mental mencakup rasa khawatir/tidak sabar karena tak lagi bisa melakukan hal yang dulu bisa, serta rasa kehilangan/tidak berdaya yang membuat lansia lebih rentan depresi. Perubahan fisik meliputi penurunan pendengaran & penglihatan, fungsi pernapasan & ginjal, kekuatan otot, kemampuan mengunyah/menelan, serta gerakan peristaltik usus (rentan konstipasi) dan penebalan dinding pembuluh darah (tekanan darah naik). Karakteristik penyakit pada lansia: menderita banyak penyakit sekaligus, gejala sangat bervariasi antar-orang, mudah sakit & berlangsung lama, dan gejalanya sering sulit terlihat (atipikal).
| Gejala umum | Poin penting perawatan |
|---|---|
| Dehidrasi | Beri asupan cairan (khususnya sebelum/sesudah mandi & olahraga); dehidrasi parah bisa fatal — segera rujuk ke fasilitas medis |
| Demam | Ukur suhu tubuh & beri cairan; gejala demam sering sulit dideteksi pada lansia |
| Konstipasi | Pastikan serat makanan & olahraga cukup, biasakan duduk di toilet setelah makan, pijat mengikuti jalur usus |
| Edema (bengkak) | Amati lokasi & keparahan, dorong olahraga sesuai, tinggikan anggota tubuh bagian bawah |
| Insomnia | Sesuaikan ritme harian, dorong berjemur pagi & olahraga, cegah tidur siang lama |
| Hipertensi | Batasi asupan garam, dorong olahraga sesuai kemampuan |
Penyakit yang lazim ditemukan pada lansia: penyakit serebrovaskular (infark serebral/pendarahan otak — sakit kepala, pusing, gangguan kesadaran), penyakit kardiovaskular (angina pektoris, infark miokard, gagal jantung), pneumonia & pneumonia aspirasi (akibat makanan/saliva masuk ke trakea — pastikan pengguna tetap duduk setelah makan, bukan langsung berbaring), diabetes (tipe 1: defisiensi insulin; tipe 2: umum pada lansia, terkait gaya hidup), dan osteoporosis (tulang rapuh, rentan fraktur saat terjatuh — dorong asupan kalsium & berjemur).
Menurut ICF (International Classification of Functioning, Disability and Health), disabilitas dipandang dari sudut pandang positif, dilihat dari interaksi antara kondisi kesehatan, fungsi mental & fisik, aktivitas (ADL/IADL), partisipasi sosial, faktor lingkungan, dan faktor individu — bukan semata kekurangan pribadi.
| Jenis disabilitas | Karakteristik & poin komunikasi/perawatan |
|---|---|
| Disabilitas fisik | Kesulitan tangan/kaki/badan akibat penyakit, kecelakaan, atau cedera saraf; gunakan alat kesejahteraan sesuai kebutuhan (tongkat, kursi roda, kaki palsu) |
| Gangguan penglihatan | Bisa berupa skotoma sentral, penyempitan bidang pandang, atau hemiagnosia; komunikasi memakai huruf Braille, sentuhan, atau penjelasan verbal rinci |
| Gangguan pendengaran | Komunikasi lewat alat bantu dengar, tulisan, bahasa isyarat, atau membaca gerak bibir (oralism) |
| Gangguan bicara / afasia | Kerusakan pusat bahasa di otak menghambat mendengar, berbicara, membaca & menulis; gunakan komunikasi tertulis atau kartu bergambar |
| Penurunan fungsi jantung/ginjal/pernapasan | Memakai alat pacu jantung, dialisis, atau terapi oksigen — hindari benturan pada implan, batasi garam & cairan, hindari nyala api dekat konsentrator oksigen |
| Penurunan fungsi kandung kemih/rektum | Menggunakan stoma (kandung kemih buatan/urostoma atau anus buatan/kolostomi) — laporkan bila area sekitar stoma memerah |
| Disabilitas intelektual | Keterlambatan perkembangan intelektual — sesuaikan dukungan dengan tahap kehidupan pengguna |
| Gangguan mental | Mis. skizofrenia atau gangguan suasana hati — bisa menimbulkan halusinasi, delusi, depresi, atau mania |
Demensia (認知症) adalah penurunan fungsi kognitif otak yang menghambat aktivitas keseharian & sosial. Fungsi kognitif mencakup memori, bahasa, kesadaran, tindakan, serta kemampuan merencanakan/melakukan sistematika. Empat lobus otak besar berperan berbeda: lobus frontal (emosi, semangat, pengendalian gerakan), lobus parietal (penilaian, pemahaman), lobus temporal (pendengaran, memori), dan lobus oksipital (penglihatan).
| Aspek | Lupa akibat penuaan | Lupa akibat demensia |
|---|---|---|
| Cakupan | Melupakan sebagian pengalaman | Melupakan keseluruhan pengalaman |
| Kesadaran | Sadar bahwa dirinya lupa | Tidak sadar akan lupa tersebut |
| Dampak | Tidak mengganggu aktivitas hidup | Menimbulkan kesulitan dalam aktivitas hidup |
Empat penyakit penyebab utama demensia: demensia tipe Alzheimer (otak menyusut, berkembang perlahan, dimulai dari gangguan memori), demensia vaskular (akibat penyakit serebrovaskular, berkembang bertahap, disertai hemiplegia/gangguan bicara), demensia dengan badan Lewy (halusinasi visual, gejala mirip Parkinson seperti langkah kecil), dan demensia frontotemporal (lobus frontal & temporal menyusut, perubahan kepribadian, perilaku berulang, emosional & agresif).
Gejala demensia terbagi dua: gejala inti (akibat langsung kerusakan otak — gangguan memori, disorientasi waktu/tempat/orang, disfungsi eksekutif seperti tidak paham prosedur memasak, gangguan memahami & menilai) dan BPSD (gejala perilaku dan mental) yang dipengaruhi faktor lingkungan & kepribadian — kekhawatiran, halusinasi & delusi, perilaku emosional/agresif, dan berkeliaran.
Poin penting perawatan demensia: berpikir dari perspektif pengguna, memahami kehidupannya untuk menjamin stabilitas, dan membangkitkan kemampuan & semangat yang masih dimiliki pengguna.
Terima perkataan & tindakan pengguna tanpa mengkritik, dengarkan baik-baik untuk memberi rasa tenang, sampaikan sesuatu dengan kata-kata singkat & mudah dipahami, tata ritme kehidupan pengguna dari bangun hingga tidur, dan hindari mengubah ruangan/lingkungan sekitar hanya berdasarkan gagasan staf sendiri.