Memuat…
Memuat…
介護 · Bab 3
Dasar komunikasi verbal & non-verbal, teknik menyimak aktif dan informed consent, metode komunikasi untuk pengguna dengan gangguan penglihatan/pendengaran/afasia/demensia, serta komunikasi tim: pencatatan dan alur lapor-info-konsultasi.
Modul ini merangkum subjek Keterampilan Komunikasi (コミュニケーション技術) dari materi Ujian Evaluasi Keterampilan Khusus sektor 介護 (Kaigo), mencakup dasar komunikasi, teknik berkomunikasi langsung dengan pengguna sesuai kondisinya, dan komunikasi antar-anggota tim perawatan.
Komunikasi berarti saling menyampaikan & berbagi perasaan dan pemikiran — keterampilan ini adalah alat utama membangun hubungan kepercayaan dengan pengguna. Cara menyampaikan informasi terbagi dua:
| Jenis | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Komunikasi verbal | Menggunakan bahasa | Artikulasi bahasa lisan, bahasa isyarat, tulisan |
| Komunikasi non-verbal | Menggunakan selain bahasa | Gerak tubuh/tangan, ekspresi wajah |
Tiga sikap dasar dalam membangun hubungan dengan pengguna: menyimak (mendengarkan dengan penuh perhatian & antusias), berempati (merasakan apa yang dipikirkan & dirasakan pihak lain, menempatkan diri di posisi mereka), dan menerima (menerima perasaan & pendapat pihak lain apa adanya).
Setiap pengguna punya nilai berbeda tergantung zaman & lingkungan tempat mereka dibesarkan — staf perlu menghormati perasaan, pemikiran, dan nilai-nilai itu. Dalam teknik bertanya, ada dua jenis pertanyaan: pertanyaan tertutup (dijawab satu kata seperti "ya"/"tidak" — bila terus-menerus dipakai, komunikasi jadi sepihak) dan pertanyaan terbuka (mis. "Apa pendapat Anda?" — dijawab bebas, tapi hati-hati karena pertanyaan beruntun bisa terasa menginterogasi).
Pengulangan (repetition) — mengulangi kata-kata pengguna — menyampaikan pesan bahwa staf benar-benar menyimak. Dalam komunikasi non-verbal, perhatikan: kontak mata (jangan melihat dari atas karena terasa mengintimidasi), nada bicara pelan & tenang dengan jeda cukup, anggukan & timpalan verbal, postur menghadap pengguna (menyilangkan tangan/kaki atau bersandar arogan memberi kesan buruk), serta jarak & sentuhan tubuh — di Jepang umumnya orang menjaga jarak sekalipun hubungannya dekat, dan makna sentuhan berbeda tergantung waktu, kekuatan, dan frekuensinya.
Informed consent (penjelasan & persetujuan). Staf mendukung pengambilan keputusan pengguna dengan tiga langkah: (1) menunjukkan pilihan-pilihan yang ada, (2) menjelaskan baik-buruk setiap pilihan, dan (3) memberi kesempatan pengguna memilih & menentukan sendiri — lalu menghormati pilihan itu.
| Kondisi pengguna | Poin penting berkomunikasi |
|---|---|
| Gangguan penglihatan | Sapa dengan memanggil nama dulu sebelum menyentuh (agar tidak mengejutkan), jelaskan lokasi/arah secara spesifik (mis. "di sebelah kanan Anda", metode posisi jam untuk posisi makanan), gunakan huruf & papan Braille |
| Gangguan pendengaran | Bicara dari arah depan agar ekspresi wajah & gerak mulut terlihat, gunakan telinga yang lebih mudah mendengar bila ada, bicara perlahan & jelas di tempat tenang tanpa berteriak; bisa memakai oralism (membaca gerak bibir), komunikasi tertulis, bahasa isyarat, atau alat bantu dengar |
| Afasia | Bicara perlahan dengan kata-kata singkat, manfaatkan gambar/foto/gerakan tubuh, jangan mengoreksi kesalahan kecil, ajukan pertanyaan tertutup yang bisa dijawab ya/tidak |
| Demensia | Bicara perlahan dengan kalimat singkat & mudah dipahami, terima & berempati tanpa menyangkal pembicaraan pengguna sekalipun berbeda dari kenyataan |
Belakangan ini ICT (Information and Communication Technology) semakin sering dipakai sebagai alat bantu komunikasi tambahan bagi pengguna dengan berbagai jenis disabilitas.
Perawatan lansia dilakukan sebagai kerja tim bersama tenaga medis profesional lain, sehingga detail perawatan & informasi medis perlu dibagikan lewat catatan (rencana perawatan lansia, catatan kasus, buku serah-terima tugas) maupun rapat/dialog (serah-terima tugas, rapat pembahasan perawatan).
Dasar penulisan catatan perawatan lansia:
Melindungi informasi pribadi & kerahasiaan adalah bagian wajib etika profesional — perlu persetujuan pengguna untuk membagikan data pribadinya (nama, alamat, nomor telepon, foto), dan staf tidak boleh membicarakan pengguna atau tempat kerja di luar lingkungan kerja maupun menulisnya di internet/media sosial.
Laporan, informasi, dan konsultasi (alur 報連相/hourensou). Sebagai bagian dari tim, staf melaporkan & berbagi apa yang diketahui tentang pengguna dan perkembangan pekerjaannya. Pengirim informasi menyampaikan secara singkat & jelas, membedakan fakta dari penilaian pribadi, serta mempertimbangkan waktu & tempat pelaporan (segera bila darurat). Penerima informasi mencatat, membedakan fakta dari penilaian staf, dan mengulangi isinya untuk konfirmasi. Konsultasi dilakukan untuk mendapat saran dari rekan atau spesialis saat menghadapi masalah — jangan menilai & memutuskan sendirian bila mengalami kebingungan.