Memuat…
Memuat…
介護 · Bab 5
Teknik membantu berganti pakaian & merawat rongga mulut untuk pengguna dengan kelumpuhan, langkah lengkap perawatan mandi & mandi seka (清拭) yang aman, serta dukungan pekerjaan rumah tangga (家事援助) sebagai bagian dari IADL.
Modul ini menutup subjek Keterampilan Dukungan Kehidupan (生活支援技術) dari materi Ujian Evaluasi Keterampilan Khusus sektor 介護 (Kaigo), mencakup tiga bab terakhir: merapikan diri (整容), mandi & menjaga kebersihan tubuh (入浴), dan pekerjaan rumah tangga (家事援助).
Merapikan diri — mencuci muka, menata rambut, berganti pakaian — bukan sekadar menjaga kebersihan tubuh, tapi juga sarana mengekspresikan individualitas yang mengarah pada kemandirian mental serta menjaga hubungan sosial. Efeknya mencakup: mengatur suhu tubuh & menjaga kondisi kulit, memelihara fungsi mental-fisik, mewujudkan hidup yang aman-nyaman, meningkatkan ritme kehidupan, dan mengekspresikan jati diri.
Prinsip inti berganti pakaian untuk pengguna lumpuh (hemiplegia): lepaskan pakaian dari sisi sehat terlebih dahulu (jangkauan geraknya lebih luas, mengurangi beban sisi sakit), lalu kenakan pakaian dimulai dari sisi sakit. Selalu hindari menyingkap kulit berlebihan demi menjaga rasa malu pengguna, dan untuk pengguna dengan gangguan penglihatan, minta mereka menyentuh & merasakan bahan pakaian yang akan dipilih.
| Aktivitas | Poin penting |
|---|---|
| Mencuci muka | Membersihkan kotoran & menyegarkan kulit; lembapkan kulit setelahnya agar tidak kering; bila tidak bisa sendiri, seka dengan handuk hangat |
| Menata rambut | Periksa kondisi rambut & kulit kepala; menyikat kulit kepala membantu aliran darah |
| Bercukur | Alat cukur listrik dipakai tegak lurus terhadap kulit sambil meregangkan kerutan kulit; lindungi kulit dengan losion |
| Gunting kuku | Potong saat kuku melunak setelah mandi; periksa kondisi kuku & kulit sekitarnya, laporkan bila ada kelainan |
| Berdandan | Sesuaikan dengan preferensi pengguna; riasan dihapus sebelum tidur agar kulit tetap terawat |
Perawatan rongga mulut membersihkan mulut, mencegah gigi berlubang & penyakit periodontal, menekan pertumbuhan bakteri (mencegah pneumonia aspirasi), mendorong sekresi saliva, dan menjaga nafsu makan. Langkahnya: berkumur dulu → gosok gigi satu per satu agar tidak terlewat, dengan sikat gigi dipegang seperti memegang pensil (agar tidak melukai gusi) → untuk pengguna lumpuh, periksa sisi sakit karena makanan sering tersisa di sana, dan jangan menaikkan dagu (berisiko aspirasi) → gunakan sikat spons bila gigi tak bisa disikat biasa → laporkan bila ada pendarahan/pembengkakan gusi. Gigi palsu dilepas & dicuci dengan air mengalir setiap habis makan (karena bakteri mudah berkembang), disimpan dalam wadah berisi air/pembersih khusus agar tidak retak karena kering, dan gigi asli disikat setelah gigi palsu dilepas.
Mandi menghilangkan kotoran & menjaga kebersihan kulit, sekaligus memberi efek melebarkan pembuluh darah & melancarkan sirkulasi, mendorong metabolisme, mengurangi nyeri sendi/otot, meningkatkan fungsi gastrointestinal & nafsu makan, mencegah infeksi kulit, serta mengurangi stres. Kulit berfungsi menyerap benturan, melindungi organ dalam, mencegah zat berbahaya, menjaga kelembapan (lewat sebum & keringat dari kelenjar ekrin yang tersebar di seluruh tubuh dan kelenjar apokrin di ketiak yang menghasilkan bau), serta mengatur suhu tubuh.
Waspadai risiko kejutan panas (heat shock) — efek buruk pada tubuh akibat perbedaan suhu mendadak antara ruang ganti pakaian dan kamar mandi. Turunkan perbedaan suhu ini, dan periksa alat bantu, kondisi lantai licin, serta undakan sebelum pengguna masuk kamar mandi.
Langkah perawatan mandi: periksa kondisi fisik & jelaskan tindakan → siapkan lingkungan (suhu ruangan) & pakaian ganti sesuai preferensi pengguna → selesaikan ekskresi lebih dulu (hindari mandi saat perut kosong/segera setelah makan, dan berikan hidrasi sebelum mandi) → lepas pakaian dalam posisi duduk, dari sisi sehat lebih dulu untuk pengguna lumpuh → dampingi berpindah agar tidak terjatuh (staf di sisi sakit) → periksa suhu air dengan tangan staf dan pengguna sebelum menyiram, mulai dari ujung jari lalu ke seluruh tubuh (dari sisi sehat untuk pengguna lumpuh) → sabuni tanpa menggosok kulit keras-keras → masuk bak mandi dari sisi sehat, sangga sisi sakit yang melayang → keluar bak mandi perlahan (waspada hipotensi ortostatik) → keramas dengan bantalan jari (bukan kuku, agar kulit tak terluka) → seka tubuh dengan handuk kering (termasuk bagian kulit berlipat) tanpa digosok keras, beri pelembap → keringkan rambut dengan pengering (arahkan udara panas ke tangan staf dulu agar pengguna tidak terbakar) → anjurkan minum air & istirahat.
Bagi pengguna yang tak bisa mandi penuh, tersedia mandi tangan/kaki (sebagian) dan mandi seka (清拭) — membersihkan tubuh dengan air panas, sabun, dan handuk di atas tempat tidur, dengan urutan: wajah → lengan → dada/abdomen → punggung → kaki → area genital. Air hangat yang disiapkan harus lebih panas dari suhu mandi biasa karena cepat mendingin. Saat membersihkan area genital, gunakan sarung tangan sekali pakai, jaga privasi, dan seka wanita dari arah uretra ke anus untuk mencegah infeksi (hindari menyeka berulang dengan permukaan yang sama).
Pekerjaan rumah tangga — memasak, membersihkan, mencuci, mengatur pakaian, berbelanja — termasuk dalam IADL (Instrumental Activities of Daily Living) yang menjadi dasar keberlangsungan hidup mandiri, dan sangat individual karena tiap orang punya gaya hidup & prinsipnya sendiri.
Menata lingkungan tempat tinggal penting untuk kenyamanan, keselamatan, privasi, dan ketenangan pengguna: koridor & tangga sebaiknya anti-selip dan dilengkapi pegangan tangan, kamar mandi & toilet dirancang ramah & mudah dipakai, suhu-kelembapan-sirkulasi udara ruangan diperhatikan, dan alat bantu disiapkan sesuai kondisi fisik pengguna agar kehidupannya makin dinamis.
Latihan Soal