Memuat…
Memuat…
ビルクリーニング · Bab 4
Sistem kode warna lap, urutan pembersihan toilet 5 tahap, pengolahan limbah, cara cuci tangan yang benar, serta statistik kecelakaan kerja & bahaya karbol.
Modul ini merangkum bagian lanjutan Bab 2 — Pembersihan Harian dari buku ajar resmi JBMA: lap pembersih permukaan, toilet, limbah, dan keselamatan kerja.
Lap memiliki kode warna berbeda-beda fungsinya — warna yang disebutkan dalam buku: biru, hijau, putih, kuning, dan pink/merah (merah biasanya dikhususkan untuk toilet) — jangan tertukar pemakaiannya antar area. Cara melipat: lipat hingga 8 lipatan (lipat 2 → lipat 4 → lipat 8) agar selalu ada sisi bersih yang bisa dipakai bergantian; tahan dengan jempol di bagian yang kotor, lap sudut meja dulu baru bagian tengah, lipat ke bagian bersih setiap kali berpindah bagian.
Membersihkan kaca (lap vertikal): semprotkan pembersih kaca ke kain lap (bukan langsung ke kaca kecuali kotorannya sangat banyak), lap dari atas ke bawah dalam satu kali gerakan tanpa memutar-mutar, lipat ke bagian bersih untuk melap 4 sudut kaca (gunakan jari tengah untuk sudut bingkai jendela — kotoran mudah menumpuk di situ), lalu cek dengan mata apakah masih ada sisa kotoran. Bila tanpa spray: lap dengan air dulu, lalu lap kering.
Karena toilet punya banyak langkah pembersihan, harus diatur urutannya — prinsip dasar: mulai dari tempat yang sedikit kotorannya ke tempat yang banyak kotorannya:
1. Tempat sampah & pengisian ulang. Pasang Floor Sign dulu. Bersihkan debu di tempat tinggi lebih dulu (kemoceng). Cek sabun & tisu toilet — isi ulang/ganti baru bila tersisa 1/3. Ambil sampah dari lady bin & tempat sampah dengan sarung tangan khusus, pasang kantung sampah baru; bersihkan tutup & bagian dalam tempat sampah yang kotor dengan lap biru.
2. Wastafel. Semprotkan pembersih ke pad putih, bersihkan mulai dari bagian atas yang mudah kotor (keran, wastafel, afur wastafel — titik kotoran mudah menumpuk di sini, termasuk sampah & rambut), lap dengan kain basah, terakhir lap kering. Cermin cukup dibersihkan 1 kali dengan lap khusus kaca.
3. Urinoir. Ada 3 proses: membersihkan bagian dalam, mengelap bagian luar (basah), mengelap bagian yang sering disentuh orang seperti rak & sensor manusia (kering). Tutup sensor manusia dengan kain lap dulu sebelum mulai. Lepas penutup lubang urinoir, masukkan ke ember berisi karbol. Bersihkan bagian dalam dari atas ke bawah dengan pad putih yang sudah disemprot karbol, termasuk rim sisi belakang (bila kotor di sini jadi penyebab bau tidak sedap). Bilas 1 kali dengan air, lalu lap bagian luar dengan lap basah yang diperas — gunakan lap terpisah untuk rak/pegangan yang sering disentuh orang. Terakhir lap kering & kembalikan penutup lubang.
4. Kloset (WC). 3 langkah: pembersihan bagian dalam, pembersihan bagian luar dengan air, pembersihan bagian luar dengan lap kering (untuk titik kotor & titik yang sering disentuh orang). Keluarkan nosel bidet, bersihkan dengan pad yang sudah disemprot karbol, kembalikan nosel & tutup tombol bidet dengan lap agar tidak kotor. Bersihkan lubang kloset dengan sikat sampai ke ujungnya, tiriskan sikat sebelum dimasukkan kotak. Bersihkan bagian dalam (hati-hati jangan sampai lutut menyentuh lantai), sisi belakang Rim sering ada kotoran menempel jadi harus teliti. Lap bagian luar dari atas ke bawah termasuk sisi belakang kloset dengan lap basah yang sudah diperas (lipat ke bagian bersih tiap kali). Terakhir, lap kering warna putih untuk bagian yang sering disentuh (tangki, tempat tisu, tombol panel, tutup kloset) — gulung lap seperti tali untuk membersihkan celah-celah.
5. Lantai. Bersihkan kotoran menumpuk dengan sapu ruangan & penyedot debu handheld, lalu lap dengan air & kain lap yang sudah diperas, terakhir lap kering — jangan lupa bagian bawah tempat sampah & lady bin, dan hati-hati jangan sampai kepala pel bertabrakan dengan urinoir (mudah pecah).
Kumpulkan sampah mulai dari pintu masuk sampai kembali ke pintu masuk lagi sambil mendorong keranjang limbah, pakai sarung tangan pelindung. Pisahkan jenis sampah setelah semua sampah terkumpul: sampah umum (botol kaca, kaleng, botol plastik) vs sampah terbakar. Jangan masukkan koran/buku ke plastik sampah — kumpulkan terpisah. Jangan buang sampah yang diletakkan di atas/samping tempat sampah oleh orang lain begitu saja. Bila menemukan barang yang tidak bisa diidentifikasi, konsultasikan ke PIC (kehilangan barang tamu bisa menimbulkan komplain). Ganti plastik sampah baru & bersihkan bagian dalam tempat sampah bila kotor.
Cuci tangan setelah bekerja untuk melindungi diri sendiri dari virus, kuman & jamur yang mungkin menempel. Langkah cuci tangan yang benar (minimal 20 detik):
Pakai masker, sarung kepala, dan sarung tangan di tempat yang mewajibkannya untuk menjaga kebersihan diri.
JBMA terdaftar di pemerintah daerah dan diwajibkan mendidik pekerjanya soal Keselamatan & Kebersihan. Hal yang harus dilakukan demi keselamatan: bekerja sesuai panduan, segera lapor ke PIC bila ada hal tidak normal, jangan mengganggu rekan kerja tim, selalu atur/rapikan/periksa peralatan, dan latih diri memprediksi bahaya. Untuk kesehatan: hindari alkohol berlebih & makan berlebihan, tidur cukup, segera konsultasi ke orang tepercaya bila ada kelainan fisik/mental.
Statistik kecelakaan kerja Cleaning Service: 40% adalah terjungkal (terpeleset), 20% adalah tabrakan & terjatuh. Situasi paling rawan: (1) saat mengepel lantai — banyak kecelakaan terpeleset, waspadai tamu juga; (2) saat bekerja dengan tangga — gunakan dengan benar; (3) saat memakai alat elektronik — risiko tersetrum bila menggerakkan polisher dengan tangan basah, selalu cek mesin sebelum mulai kerja; (4) saat memakai karbol/sabun — jangan pernah mencampurkan karbol berbahan dasar klorin dengan asam karena menyebabkan keracunan gas; (5) saat memakai motor roda tiga — lihat sekitar, jangan sampai menabrak tamu; (6) saat mengolah sampah — waspadai jarum suntik bekas yang mungkin terjatuh di gedung (bukan cuma di rumah sakit); bila ditemukan, pungut dengan selotip/penjepit lalu laporkan ke PIC.