Memuat…
Memuat…
飲食料品製造業 · Bab 3
Cara mencegah kecelakaan kerja di pabrik pengolahan makanan: pakaian & alat pelindung, prosedur penggunaan mesin, identifikasi bahaya (KYT), serta contoh-contoh kejadian nyaris celaka dan pencegahannya.
Bab ini membahas keselamatan kerja (労働安全) — bidang keterampilan kedua yang wajib dikuasai pekerja di industri pengolahan makanan dan minuman. Di antara seluruh industri manufaktur, industri pengolahan makanan mencatat jumlah korban jiwa (kematian atau cedera) terbanyak untuk pekerja tidak terampil, yaitu pekerja dengan pengalaman kurang dari tiga tahun. Pekerja tidak terampil menempati sekitar setengah dari seluruh kecelakaan kerja yang terjadi di industri ini — banyak bahaya yang sulit disadari, terutama oleh mereka yang masih memiliki sedikit pengalaman dan belum terbiasa dengan pekerjaannya, sehingga membuat mereka lebih rentan mengalami kecelakaan kerja dibanding pekerja yang sudah lama bekerja.
Rujukan: "Manual Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan untuk Pekerja Tidak Terampil di Industri Manufaktur" dari Japan Association of Safety and Health Consultants (JASHCON).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang tahun 2022, tiga jenis kecelakaan paling sering terjadi di pabrik pengolahan makanan adalah terpeleset/tersandung (31,3%), terjepit/terjerat (19,2%), dan terpotong/teriris (10,8%) — ketiganya bersama-sama menyumbang sekitar 60% dari seluruh kecelakaan kerja. Jenis lain yang tercatat adalah jatuh/menggelinding (8,4%) dan berbagai jenis kecelakaan lainnya (30,3%, termasuk terbakar, sakit pinggang, sengatan panas, dan benturan).
Ilustrasi ikon di atas dibuat sendiri sebagai bantuan visual dan tidak diambil dari foto buku sumber.
Pekerja harus mengikuti instruksi penanggung jawab dan mematuhi aturan yang ditetapkan, serta berpartisipasi dalam kegiatan di tempat kerja yang bertujuan menghilangkan kecelakaan kerja. Lima hal berikut penting untuk menghilangkan kecelakaan: 5S/5R, pakaian yang benar, mematuhi prosedur dan aturan kerja, menggunakan mesin dengan benar, serta berhati-hati saat bekerja dengan detergen atau bahan kimia.
5S/5R. Meski sibuk dengan pekerjaan, penting menjaga area kerja selalu dalam kondisi yang sama dan memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitar. 5S/5R yang sama dengan yang dibahas pada Bab Keamanan Pangan merupakan kegiatan penting untuk mencegah kecelakaan kerja: meringkas dan merapikan (menjaga area kerja bebas barang yang tidak perlu, menetapkan tempat masing-masing peralatan dan bahan baku sehingga tercipta "aliran kerja" yang sama bagi semua orang, menempatkan kotak dan palet dalam bingkai yang ditentukan atau di sepanjang selotip lantai — ini mengurangi risiko kecelakaan terpeleset/tersandung); membersihkan (menjaga fasilitas dan mesin selalu bersih untuk mengurangi kemungkinan kerusakan tiba-tiba yang bisa memicu kecelakaan seperti terjerat mesin); sanitasi (membantu mencegah keracunan makanan sekaligus penyakit infeksi pada pekerja); dan rutinitas/rajin (bekerja di area kerja dengan kondisi yang sama setiap harinya, sehingga pekerja bisa bekerja dengan tenang).
Pakaian yang benar. Untuk mencegah kecelakaan kerja, pekerja harus mengenakan pakaian aman (pakaian kerja) yang telah ditentukan, mudah bergerak dan sesuai ukuran tubuh. Untuk pakaian kerja berlengan panjang, tutup bagian ujung lengan dan jangan menyingsingkan lengan saat bekerja. Jika diinstruksikan memakai perlengkapan keselamatan, pekerja harus memakainya dengan benar. Berikut perlengkapan keselamatan yang biasa digunakan di pabrik makanan.
Ilustrasi ikon di atas dibuat sendiri sebagai bantuan visual dan tidak diambil dari foto buku sumber.
Mematuhi prosedur dan aturan kerja. Prosedur kerja menguraikan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja — untuk mencegahnya, Anda harus mengikuti petunjuk dalam prosedur kerja. Aturan dasar di tempat kerja meliputi: jangan berlari di area kerja; berjalanlah di koridor yang telah ditentukan dan ikuti petunjuk untuk melintasi koridor tersebut; saat forklift lewat, lakukan kontak mata dengan pengemudi dan berjalan sambil berhati-hati; jangan lewat di bawah konveyor; dan jangan lari menuruni atau menaiki tangga.
Aturan untuk bekerja meliputi: pastikan mematuhi prosedur kerja; sebelum mulai bekerja atau menyalakan mesin, lakukan konfirmasi dengan "tunjuk sebut" — menunjuk sinyal, tanda, peralatan, atau benda kerja dengan jari sambil menyebutkan nama serta kondisinya dengan lantang, untuk mencegah bahaya dan memastikan keselamatan; saat bekerja bersama orang lain, pastikan berkomunikasi dan memberi isyarat; bekerjalah tanpa memalingkan muka atau mengobrol; simpan perkakas dan pisau di tempat yang ditentukan dengan cara yang ditentukan; jika menemukan bahaya, segera laporkan kepada penanggung jawab; jika melihat orang lain melakukan pekerjaan berbahaya, panggil dan peringatkan mereka; dan hubungi penanggung jawab sebelum meninggalkan tempat kerja.
Pekerja juga harus bekerja dengan memahami arti rambu keselamatan — petunjuk bergambar yang mudah dilihat dan dipahami, memberi tahu apa yang harus dilakukan atau diwaspadai untuk menghindari cedera saat bekerja. Contoh-contoh rambu keselamatan yang umum dijumpai di pabrik makanan Jepang dibahas pada bagian Materi Tambahan di akhir bab ini.
Menggunakan mesin dengan benar. Banyak kecelakaan kerja besar terjadi ketika mesin digunakan — saat menggunakan mesin, bekerjalah dengan hati-hati dan tenang. Gunakan mesin setelah memahami manual prosedur kerja dengan benar. Ketika dua orang sedang menggunakan sebuah mesin, mereka harus saling memanggil satu sama lain saat bekerja; jika terjadi kekurangan staf, jangan memaksakan diri untuk bekerja sendiri.
Sebelum memulai pekerjaan menggunakan fasilitas atau mesin, lakukan "inspeksi pra-operasional" — tugas penting untuk produksi harian yang stabil — dengan memastikan tidak ada kelainan berikut: apakah ada kotoran atau sesuatu yang menempel; apakah ada bau aneh; apakah ada suara atau getaran yang tidak biasa; apakah ada bilah yang rusak di pisau pemotong atau pengiris; apakah ada suku cadang, fasilitas, atau mesin yang seharusnya tidak berpindah tapi malah berpindah; apakah ada suku cadang, baut, atau sekrup yang hilang; apakah perangkat keselamatan yang pengoperasiannya dikonfirmasi pada inspeksi pra-operasional berfungsi dengan baik; dan bisakah lampu dinyalakan dan dimatikan secara normal.
Ketika mesin berhenti karena suatu masalah, masalah tersebut perlu diatasi dengan hati-hati — kesalahan dalam mengambil tindakan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang besar. Jangan sekali-kali menyentuh mesin yang menyala (saat tombol daya aktif), terutama mesin yang tersumbat oleh suatu benda — meski tampak mati, bilah pisau atau sekrupnya mungkin masih berputar di tempat yang tak terlihat, dan banyak kecelakaan terjadi karena tangan terluka ketika mesin tiba-tiba bergerak saat pekerja mengeluarkan benda yang menyumbatnya. Jangan pula menyentuh mesin yang bergerak lambat, karena gaya geraknya kuat dan mungkin tidak dapat berhenti meski tangan terjerat.
Panel kontrol mesin dilengkapi tombol stop darurat — mesin akan segera berhenti dengan menekan tombol ini, dan hal terpenting saat terjadi kelainan adalah menghentikan mesin terlebih dahulu. Mesin yang dilengkapi alat pengaman fail-safe (gagal-aman) akan otomatis berhenti ketika pintunya dibuka, sehingga masalah dapat diatasi saat mesin dalam kondisi berhenti — alat pengaman ini adalah mekanisme yang secara otomatis menghentikan mesin ketika ada suku cadang rusak atau produk tersumbat, sekaligus mencegah pekerja menyentuh mesin yang bergerak secara tidak sengaja. Penutup pengaman foolproof (mudah diikuti dan tidak mungkin gagal) dipasang pada bagian seperti rantai konveyor dan roda gigi yang berputar untuk mencegah tangan menyentuhnya secara tidak sengaja — banyak kecelakaan terjadi karena pekerja melepas penutup ini tanpa mematikan tombol daya. Saat memperbaiki konveyor, pastikan mematikan tombol daya, dan gantungkan tanda bertuliskan "Sedang diperbaiki" di atas tombol daya untuk mencegah orang lain menyalakannya kembali.
Inspeksi dan perawatan (maintenance) rutin sangat penting untuk memastikan pengoperasian mesin yang stabil dan mencegah kecelakaan. Buat rencana kapan inspeksi dan pemeliharaan akan dilakukan, dan selalu laksanakan meskipun produksi sedang sibuk. Tiga poin penting: tampilkan tanda "Inspeksi dan pemeliharaan sedang berlangsung" pada panel kontrol mesin agar terlihat orang lain; kunci tombol daya agar tidak berfungsi; dan pastikan untuk memeriksa alat pengaman juga.
Berhati-hati saat bekerja dengan detergen atau bahan kimia. Kenakan perlengkapan keselamatan seperti kacamata pengaman, sarung tangan, dan celemek untuk mencegah detergen dan bahan kimia mengenai mata atau tangan; selalu simpan perlengkapan keselamatan di tempat yang mudah dijangkau. Mencampur detergen berbahan dasar klorin dengan detergen asam dan menggunakannya secara bersamaan dapat menghasilkan gas klorin beracun yang berbahaya — patuhi aturan penggunaan detergen. Alkohol disinfektan tidak boleh diletakkan di dekat mesin bersuhu tinggi seperti oven atau penggorengan, karena alkohol dapat menyala dan menyebabkan kebakaran.
Ketika terjadi situasi abnormal, jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa — bau aneh, suara atau getaran aneh, lampu merah menyala atau lampu biru mati, lampu berkedip, suku cadang hilang, atau bagian mesin terasa panas saat disentuh — lakukan tindakan berikut: (1) periksa apa yang terjadi dan beritahu penanggung jawab serta pekerja di sekitar dengan suara lantang; (2) jika Anda dapat mengambil keputusan sendiri, hentikan mesin yang bergerak dengan menekan tombol stop darurat bila dianggap perlu; dan (3) tanggapi sesuai instruksi penanggung jawab — jangan bertindak sendiri.
Ketika terjadi kecelakaan kerja — misalnya menemukan seseorang terluka atau tergeletak di lantai — jangan buru-buru mendekatinya, karena orang yang mencoba menolong berisiko ikut mengalami kecelakaan kerja (disebut "kecelakaan sekunder"). Langkah selanjutnya sama seperti pada situasi abnormal di atas. Penting untuk mengikuti pelatihan secara teratur agar dapat bertindak dengan benar jika terjadi situasi abnormal atau kecelakaan kerja — lakukan secara rutin latihan evakuasi kebakaran, latihan evakuasi bencana lainnya, dan latihan menekan tombol stop darurat.
Penting bagi pekerja tidak terampil untuk mengembangkan kemampuan identifikasi bahaya guna mencegah kecelakaan industri. Kembangkan kemampuan ini, dan bila menemukan bahaya di tempat kerja, laporkan kepada penanggung jawab.
Mempelajari kasus kecelakaan kerja. Penting mengetahui contoh-contoh kecelakaan industri yang pernah terjadi di industri pengolahan makanan dan minuman, baik di dalam perusahaan sendiri (contoh yang paling familier dan mudah dipahami karena melibatkan fasilitas yang sama) maupun di luar perusahaan (meski lokasinya berbeda, bahaya yang serupa mungkin tetap mengintai). Pelajari dan hafalkan dengan baik, dan bekerjalah dengan hati-hati agar diri sendiri tidak menjadi penyebab atau mengalami kecelakaan yang sama.
Berpartisipasi dalam pencegahan kejadian nyaris celaka. Ada kalanya pekerja sedang melakukan pekerjaan dan hampir terluka — ini disebut "kejadian nyaris celaka". Menurut Piramida Heinrich, untuk 1 kecelakaan kerja besar akan terjadi 29 kecelakaan ringan atau cedera ringan dengan sebab yang sama, serta 300 kejadian nyaris celaka yang tidak mengakibatkan cedera atau kecelakaan. Dengan logika ini, semakin sedikit kejadian nyaris celaka yang terjadi, semakin kecil kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja besar. Untuk mencapai hal ini, setiap orang harus melaporkan kejadian nyaris celaka yang mereka alami, mencatatnya, dan membagikannya kepada seluruh pekerja dan penanggung jawab di pabrik, agar semua orang mengidentifikasi penyebabnya dan memikirkan cara mencegahnya terjadi lagi — inilah yang disebut "pencegahan kejadian nyaris celaka". Ceritakan sebanyak mungkin kejadian nyaris celaka yang Anda alami, sekecil apa pun, dan jangan menganggapnya sebagai masalah sepele.
Berpartisipasi dalam Latihan Prediksi Bahaya (Kiken Yochi Training/KYT). Latihan ini membantu pekerja menyadari di mana dan jenis bahaya apa yang ada di tempat kerja, tanpa harus pernah mengalami kejadian nyaris celaka. Sebelum memulai pekerjaan atau mempelajari tugas baru, pikirkan bahaya apa saja yang tersembunyi (potensi bahaya), lalu berlatih mengembangkan kemampuan berpikir tentang bagaimana mencegah kecelakaan kerja yang disebabkan bahaya tersebut. Berikut contoh kategori kemungkinan kejadian yang dipetakan dalam KYT.
| Terkait orang | Terkait barang/benda |
|---|---|
| Terjepit, terjerat, terbentur, tersandung, terjatuh, luka bakar, tersetrum, sakit pinggang, keracunan gas, kekurangan oksigen, terkena zat berbahaya | Bergerak, berputar, terlempar, terjatuh, lepas, terbakar, tumbang, roboh, meledak, bocor |
Metode Latihan Prediksi Bahaya bermacam-macam, misalnya memperlihatkan foto dan ilustrasi fasilitas serta mesin yang dioperasikan beserta pakaian dan postur pekerja, lalu meminta setiap pekerja menjawab lokasi dan jenis bahaya yang ada di sana. Contoh latihan semacam ini membantu pekerja selalu merasa "mungkin ada bahaya seperti itu" dan tetap waspada — misalnya: mungkin air panas masuk ke sepatu bot dan menyebabkan luka bakar; mungkin forklift keluar dan menabrak pekerja; mungkin barang yang ditumpuk bisa roboh dan jatuh; mungkin terpeleset karena lapisan es tipis di lantai depan pintu masuk freezer; mungkin lantai dapur berminyak dan licin; atau mungkin api di kompor gas tempat membuat rebusan padam tanpa disadari, sehingga gasnya bisa menyebar ke dalam ruangan.
Berikut contoh-contoh kejadian nyaris celaka yang diperkenalkan dalam buku pembelajaran ini, disertai situasi, penyebab, dan cara penanganannya. Mempelajari contoh nyata seperti ini membantu pekerja mengenali pola bahaya yang sama sebelum benar-benar terjadi.
| Jenis kecelakaan | Situasi | Penyebab | Penanganan | Ilustrasi |
|---|---|---|---|---|
| Terpeleset/Tersandung (Contoh 1) | Berjalan sambil memegang nampan berisi makanan dengan kedua tangan, lalu terpeleset di lantai yang basah dan hampir terjatuh | Air di lantai tidak dibersihkan dengan benar | Jika lantai basah, segera bersihkan air secara menyeluruh | Hal. 60 ↗ |
| Terpeleset/Tersandung (Contoh 2) | Berjalan melintasi tempat parkir menuju truk sambil memegang kotak roti dengan kedua tangan, lalu tersandung kotak kosong di lorong dan hampir terjatuh | Kotak kosong ditaruh di lorong; membawa kotak bertumpuk-tumpuk sehingga sulit melihat kaki; keamanan lorong tidak cukup diperiksa | Jangan meninggalkan barang di lorong meski untuk keperluan kerja; cek keamanan lorong sebelum mulai bekerja; saat membawa kotak bertumpuk, bawa secukupnya agar pandangan tidak tertutup | Hal. 61 ↗ |
| Terjepit/Terjerat (Contoh 1) | Mesin di jalur pengemasan berhenti karena produk menyumbat; pekerja membuka penutup mesin tanpa menekan tombol stop dan mencoba mengeluarkan produk yang macet, lalu mesin tiba-tiba bergerak dan tangan hampir terjepit | Tombol stop pada jalur pengemasan tidak ditekan dan jalur tidak dipastikan berhenti total; tidak ada alat pengaman otomatis pada penutup mesin | Pasang alat pengaman yang otomatis menghentikan mesin saat penutup dibuka; tekan tombol stop dan pastikan mesin berhenti sebelum mulai bekerja | Hal. 62 ↗ |
| Terjepit/Terjerat (Contoh 2) | Membersihkan sabuk konveyor tanpa menghentikannya terlebih dahulu; kain lap tersangkut dan tangan pekerja hampir ikut tersangkut | Sabuk konveyor tidak dihentikan saat pembersihan | Saat membersihkan, mengeluarkan benda asing, memeriksa, atau memperbaiki, tekan tombol stop dan pastikan mesin telah berhenti total sebelum mulai bekerja | Hal. 62 ↗ |
| Terpotong/Teriris (Contoh 1) | Mengiris roti di meja kerja sambil mendorong roti langsung dengan tangan; jari pekerja hampir terpotong pisau pengiris | Mengiris roti dengan menekannya menggunakan tangan, bukan menggunakan papan dorong | Saat menggunakan alat pengiris, selalu gunakan papan dorong untuk mendorong roti | Hal. 63 ↗ |
| Terpotong/Teriris (Contoh 2) | Saat memotong ikan beku dengan pisau, pisau di tangan kanan tergelincir dan mengenai tangan kiri hingga hampir melukainya | Tidak mengenakan sarung tangan pelindung (tahan luka potong) di tangan kiri yang menahan ikan | Sesuaikan cara memotong dan menahan ikan dengan postur pekerja dan jenis ikan beku yang diolah; kenakan sarung tangan tahan luka potong | Hal. 63 ↗ |
| Jatuh | Pekerja mengambil produk dari rak dan hendak turun dari tangga, tetapi tangganya bergeser sehingga pekerja kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh | Tidak menggunakan "kunci pengaman" pada tangga; tidak ada orang lain yang menahan tangga agar tidak jatuh | Pasang kunci pengaman pada tangga sebelum digunakan; saat naik-turun, sisakan satu tangan bebas untuk memegang tangga; saat mengangkut produk berukuran besar, kerjakan berdua | Hal. 64 ↗ |
| Terbakar | Ketika akan memindahkan nampan dari oven ke permukaan kerja lain, pekerja hampir menyentuhnya dengan tangan kosong tanpa menyadari betapa panasnya nampan tersebut | Nampan masih panas karena baru dikeluarkan dari oven, tetapi pekerja mencoba membawanya dengan tangan kosong tanpa memeriksa suhunya | Kenakan sarung tangan pelindung saat membawa nampan, panci, atau kuali; periksa suhu sebelum mengangkut sesuatu, dan minta bantuan orang di sekitar bila suhunya tinggi | Hal. 64 ↗ |
| Sakit Pinggang | Mengangkat panci berat dengan kedua tangan dalam posisi tidak stabil, lalu merasakan sakit luar biasa di punggung bagian bawah | Mencoba mengangkat benda berat dalam posisi badan yang tidak stabil | Saat mengangkat benda berat, dekatkan badan ke benda tersebut, tekuk lutut dan turunkan pinggang saat mengangkat, lalu berdiri perlahan sambil meluruskan lutut; gunakan troli bila memungkinkan untuk mengangkut barang berat | Hal. 65 ↗ |
| Sengatan Panas | Saat mengolah pasta kacang mentah, pekerja berulang kali memasukkan kacang ke dalam hopper dan menimbangnya; ia merasa pusing saat bergerak dan didiagnosis mengalami sengatan panas | Terus bekerja tanpa istirahat di tempat bersuhu dan kelembapan tinggi; banyak berkeringat tetapi tidak cukup minum air atau oralit | Saat bekerja di tempat bersuhu dan kelembapan tinggi, sering-seringlah beristirahat dan minum air putih serta oralit; kenakan pakaian yang memungkinkan udara masuk, menyerap keringat, dan mudah kering | Hal. 66 ↗ |
| Benturan | Mengendarai forklift mengangkut kotak-kotak kosong ke tempat penyimpanan di luar area kerja, melewati pintu masuk gudang tanpa berhenti, lalu hampir bertabrakan dengan orang yang datang dari samping | Forklift tidak berhenti di depan pintu masuk gudang | Operator forklift harus berhenti sejenak di depan pintu masuk gudang, melakukan tunjuk sebut, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas | Hal. 66 ↗ |
Tautan "Ilustrasi" membuka halaman terkait pada PDF buku sumber (OTAFF) yang memuat gambar ilustrasi asli untuk kejadian ini.
Jika mengalami gejala sengatan panas di tempat kerja, segera lakukan langkah berikut: beri tahu penanggung jawab; pindah ke tempat yang lebih dingin; beristirahat; kendurkan pakaian kerja dan dinginkan tubuh (terutama leher, ketiak, dan selangkangan); lalu minum air putih atau minuman olahraga yang mengandung garam.
Pabrik pengolahan makanan lazim memasang rambu keselamatan bergaya piktogram berwarna, dilengkapi teks bahasa Jepang dan Inggris, agar mudah dipahami pekerja dari berbagai latar belakang bahasa. Rambu-rambu ini terbagi dalam beberapa kategori umum berikut.
| Kategori rambu | Contoh |
|---|---|
| Rambu larangan | Dilarang masuk; dilarang berlari; dilarang membiarkan pintu terbuka; dilarang menyentuh (sedang diperiksa, jangan nyalakan); bahaya, jangan sentuh |
| Rambu peringatan bahaya terjepit | Awas terjepit (tangan tergilas alat/mesin) |
| Rambu peringatan bahaya luka bakar | Awas luka bakar; hati-hati permukaan panas |
| Rambu peringatan bahaya terpeleset/tersandung/jatuh | Hati-hati lantai licin/melangkah; bahaya, hati-hati terjatuh (dari tangga); awas ada lubang |
| Rambu peringatan bahaya terpotong | Bahaya terpotong |
| Rambu peringatan bahaya terjepit mesin | Dilarang menyentuh benda berputar; mesin menyala, dilarang memasukkan tangan |
| Rambu peringatan bahaya listrik | Bahaya, hati-hati tersetrum |
| Rambu peringatan bahaya kepala terbentur | Awas kepala, hati-hati bagian atas |
| Rambu kewajiban pelindung mata | Kenakan kacamata goggle; kenakan kacamata pelindung |
| Rambu penunjuk lokasi | Pintu darurat (emergency exit); lokasi alat pemadam kebakaran |
Memahami arti setiap rambu dan selalu waspada terhadapnya adalah bagian penting dari budaya keselamatan kerja di pabrik makanan Jepang — rambu-rambu ini dipasang justru di titik-titik yang telah terbukti berisiko, sehingga sepatutnya menjadi pengingat harian bagi setiap pekerja.
Latihan Soal