〜ごとし/ごとく
Seperti.../Bagaikan... (Klasik)
Perumpamaan bergaya klasik, setara ようだ
📌 Kegunaan
Perumpamaan bergaya SASTRA KLASIK yang maknanya setara dengan ようだ dalam bahasa modern, sering muncul dalam peribahasa, kutipan sastra lama, atau ungkapan yang sengaja dibuat puitis/dramatis. Karena berasal dari tata bahasa Jepang klasik, pola ini nyaris tidak pernah dipakai dalam percakapan atau tulisan modern biasa, kecuali untuk mengutip pepatah atau menciptakan efek gaya bahasa yang berat/formal.
🔤 Pembentukan
Kata benda + の + ごとし(akhir kalimat)/ごとく(di tengah kalimat)
💬 Contoh Kalimat
- じんせいは たびの ごとし。
Jinsei wa tabi no gotoshi.
Hidup itu bagaikan sebuah perjalanan. - かれの すがたは えいゆうの ごとく みえました。
Kare no sugata wa eiyū no gotoku miemashita.
Sosoknya terlihat bagaikan seorang pahlawan. - じかんは みずの ながれる ごとく すぎていきます。
Jikan wa mizu no nagareru gotoku sugite ikimasu.
Waktu berlalu bagaikan air yang mengalir. - かのじょの こえは てんしの ごとし。
Kanojo no koe wa tenshi no gotoshi.
Suaranya bagaikan malaikat. - かれは かぜの ごとく あらわれ、きえました。
Kare wa kaze no gotoku araware, kiemashita.
Dia muncul bagaikan angin dan menghilang. - その うつくしさは はなの ごとし。
Sono utsukushisa wa hana no gotoshi.
Keindahannya bagaikan bunga. - かれの いかりは かみなりの ごとく でした。
Kare no ikari wa kaminari no gotoku deshita.
Kemarahannya bagaikan petir. - じんせいは ゆめの ごとし。
Jinsei wa yume no gotoshi.
Hidup itu bagaikan mimpi. - かのじょは じょおうの ごとく ふるまいました。
Kanojo wa joō no gotoku furumaimashita.
Dia bersikap bagaikan seorang ratu. - じかんは やの ごとく すぎさりました。
Jikan wa ya no gotoku sugisarimashita.
Waktu berlalu bagaikan anak panah.
⚠️ Perhatikan
Bentuk ごとし hanya dipakai di AKHIR kalimat, sedangkan ごとく dipakai di TENGAH kalimat untuk menerangkan kata kerja/kata sifat berikutnya (mirip fungsi に pada ように). Karena register klasik, pola ini terasa sangat kaku jika dipaksakan dalam percakapan sehari-hari — cukup dikenali saat membaca peribahasa, sastra, atau pidato yang sengaja bergaya formal/kuno.